Bagaimana mengajarkan anak untuk mengenal Allah SWT
Nov 21st, 2007 | By cece | Category: Dari BundaSebagai ibu dan ayah yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengajarkan anak kita tauhid, seperti Allah Maha Besar, Allah Maha Pemberi Rizki, dan hanya kepada Allah lah kita memohon pertolongan.
Bunda, haruslah engkau teliti akan setiap gerak dan gerik anak. Perhatikanlah semua barang-barang yang dimiliki oleh anak, bila ada sesuatu yg baru yang dibawanya pulang, maka tanyakanlah dengan baik darimana ia mendapatkannya.
Bila ia membawa pulang benda milik temannya, tanyakanlah apakah itu di beri atau mengambil dengan paksa karena ingin memiliki atau mengambil tanpa di ketahui pemiliknya. Bila ia mencuri, maka ajarkan ia untuk mengembalikan barang tersebut, dan katakanlah bahwa itu adalah mencuri, perbuatan yang tidak baik, ” Jangan lakukan itu nak, setiap perbuatan yang tidak baik pasti mendapat hukuman”, ini dilakukan agar anak mengerti bahwa ibu atau ayahnya melarangnya untuk mencuri, dan ia tahu mencuri adalah perbuatan yang tidak baik.
Ada sebuah kisah di hadapan Rasulullah seorang anak kecil prabalig mencuri barang yang sudah sepatutnya mendapatkan hukuman potong tangan, si anak pun protes dan mengatakan bahwa hukuman itu tidaklah pantas diberikan kepadanya, ibunyalah yang seharusnya di potong tangannya karena kesalahan anaknya karena tidak pernah mengajarkan bahwa perbuatan itu di larang dan tidak peduli dengan barang yg dibawa pulang oleh anaknya di dapat dari mana. Maka Rasulullah memanggil ibunya, dan ibunyapun mengakui bahwa ia tak pernah mengajarkan anaknya hal tersebut, maka tangan ibunyalah yang akhirnya di hukum potong.
Pada usia prabalig, adalah saat kita untuk mendidiknya dengan doktrin-doktrin positif, dengan teladan, ajaklah ia ikut sholat di usia 7 tahun. Berikanlah pengetahuan-pengetahuan yang mengisahkan kebesaran Allah, yang mampu di cerna oleh anak-anak.
Ketika anak kita 10 tahun dan saat kita memisahkan tempat tidurnya, katakanlah, ”Anakku sudah saatnya engkau tidur di kamar yang berbeda dengan Bunda, jangan takut kepada setan, karena setan adalah makhluk Allah, maka mintalah perlindungan dan pertolongan hanya kepada Allah”.
Janganlah kita salah mendidiknya seperti contoh ”Nak, kamu jangan takut, nih bunda pasangin ayat kursi biar setan takut dan gak ganggu kamu”, maka anak kita pun berpikir bahwa yg melindunginya adalah tulisan ayat kursi bukan Allah, jadi ayat kursi ini berposisi seperti jimat hanya di pajang dan dibawa2.
Ajarlah anak kita membacanya, berdoa, berdzikir kepada Allah agar ia tidak di ganggu oleh setan. Jadi ayat kursi tersebut untuk dihapal dan dibaca.
Ketika anak kita sudah balig, ajaklah ia duduk untuk berikrar mengucapkan kalimat syahadat dan katakanlah ” Nak, hari ini ibu menyerahkan tanggungjawab kepadamu, bila ada kebaikan, engkaulah yang akan mendapatkan pahala, bila ada kejahatan yg engkau sendirilah yg akan menanggungnya” Disinilah anak kita menyadari bahwa dirinya sudah memiliki tanggungjawab untuk dirinya sendiri.
Ketika kita akan berangkat bekerja, biasakanlah mengatakan padanya bahwa ayah dan bunda bekerja untuk mencari rezeki Allah, maka berdoalah kepada Allah bila engkau menginginkan sesuatu. Mudah2an Allah mengabulkan dengan memberi ayah dan bunda rezeki yang banyak.
Jangan sebaliknya mengatakan Ayah dan bunda bekerja mencari uang buat beli susu seperti yang kita lakukan.
Alhamdulillah mudah-mudahan anak kita menjadi anak-anak yang soleh dan solehah.
*diambil dari Pengajian Reguler Masjid Al Muhajirin, Graha Unilever


