Puisi Cinta Paksaan
Nov 3rd, 2009 | By cece | Category: Oase, Saya dan KeluargaPaksa lupakan sejenak penat kerja
segala rhyme justifikasi pribadi
memaksa diri bercengkrama dengan pemilik syah nasab kita tercinta tiap minggu
dalam jarak dalam kota
adalah jihad akbar sobat
Hingga tak ada lagi sesal karena rezki tak berkah
terhalang tangis sedih rindu lara mereka pada kita
+++
Puisi di atas langsung terpikir ketika saya bersilaturahim ke rumah seorang sobat kental. Saya bertemu Ibunya dan ujung-ujungnya beliau sempat curhat kepada saya.
Tidak, ini puisi cinta untuk kita semua. Terutama untuk saya mengingatkan akan tugas mengunjungi kedua orangtua secara rutin. Agar mereka tidak merasa kehilangan kita setelah kita beranjak dewasa, berkeluarga dan jauh dari mereka.
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”…. Maafkan saya, Bapak Ibu, yang masih belum dapat berbakti seutuhnya..


