SA’I Magazine

SA’I adalah newsletter, magazine dan komunitas yang telah dibuat sahabat baik saya, Aditya Abdurrahman yang biasa dipanggil Aik di Surabaya.

Saya sudah mengenal beliau sejak beberapa tahun lalu semenjak kami sama-sama masih di komunitas musik underground dengan segala pernak perniknya. Kami sama-sama punya band, punya records DIY dan punya magazine fotokopian.

Alhamdulillah, Aik sudah mengalihkan energinya ke media dakwah melalui style semangat indie nya menjadi SA’I ini. Nama ini juga dipakai untuk toko/distro yang sudah berjalan di rumahnya di Surabaya.

Saya dengan TokoRasyid dipercaya penuh untuk pendistribusian prodak SA’I dan merchandisenya. Sebagian sudah saya pajang di TokoRasyid yang bisa sobat kunjungi langsung :)

SA’I Edisi #1

Edisi awal ini membahas mengenai urgensi membaca bagi umat muslim. Seperti wahyu Quran yang pertama kali diterima Rasul, umat harus dapat belajar menghidupkan kecintaan kepada membaca dan mencari ilmu, karena itulah modal kebangkitan kita yang paling utama.

Harganya hanya Rp 2.000,- yang bisa sobat dapatkan di TokoRasyid dan mari jadikan semangat dakwah untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Banyak juga kolom curhat dan opini para kontributor di sana. Jangan ragu jika ingin mengirimkan tulisan langsung bisa kirim ke Aik via email.

SA’I Edisi #2

SA'I 2

Kali ini bertajuk dengan semangat Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama muslim yang perlu dan sangat urgensi kita pupuk kembali. Terlalu banyak fitnah dan adu domba yang masuk ke dalam tubuh umat ini yang menyebabkan satu sama lain kelompok jama’ah ada saling menghakimi dan mencaci. Suatu perbuatan yang sangat jauh dari teladan kita Rasulullah.

SA’I membahas dengan gaya kawula muda yang haus akan persatuan umat ini. Di sini juga saya menulis 2 artikel yang bisa sobat lihat. Tentu bisa dibeli di TokoRasyid juga :) Harga masih sama Rp 2.000,-

Ayo sisihkan sebagian uang untuk berdakwah dengan membeli SA’I ini. Keuntungan langsung digunakan untuk pembiayaan dakwah lokal dan untuk Palestine.

Jangan ragu.